‘Hai Obama dan Seluruh Dunia, Setiap Hari Warga Suriah Dibunuhi, Kalian Sibuk Ngomong Saja!’

YOGYAKARTA, Sabtu (Sahabatsuriah.com): Local Coordination Committees in Syria (LCCSy), sebuah jaringan relawan kemanusiaan yang setiap harinya menghadang maut demi mendokumentasi berbagai kejahatan rezim Basyar al-Assad, kemarin Jumat 3 Mei mengeluarkan seruan kepada seisi dunia, terutama Presiden Amerika Serikat Barack Obama, untuk  berhenti bicara dan segera mengambil tindakan untuk menghentikan pembantaian demi pembantaian di Suriah.

Jumat 3 Mei kemarin diberi nama “Dengan Garis Merahmu, Orang Suriah Terus Dibunuhi” dan ditandai dengan berbagai unjukrasa sesudah Solat Jumat yang membawa pesan yang sama: “Diamnya kalian serta ‘garis merah’ bohong-bohongan yang kalian buat telah membunuh warga Suriah dengan brutal.

“Kami tidak butuh pemuda-pemuda kalian untuk datang dan mati membela kami. Itu adalah tugas pemuda-pemuda kami,” seru para relawan dan oposisi di Syrian Revolution against Bashar al-Assad, salah satu laman di Facebook yang juga menjadi corong para pejuang pembebasan, Jasyul Hurr/Free Syrian Army.

“Kalian mengira pemerintah kalian menolong kami? Mereka malahan melakukan embargo senjata terhadap Suriah (sehingga para pejuang tidak bisa melawan kekejaman rezim),” demikian mereka serukan juga.

Demonstrasi terjadi serempak di Mzairib, Ibta’a, Yadouda and Da’eel in Dara’a, kota Deir Ezzur city dan Mohassan di Deir Ezzur serta di Douma, Madaya dan Zabadani di kawasan pinggiran Damascus, di kawasan Ghutah, di Hamra, Dablan, Zafaranih, Deir Ful, Houla, Qusair dan Ghanto di Homs serta Qadmous di Tartous, Masyaf di Hama, Kobany di Aleppo, dan Raqqah.

Para pengunjuk rasa mengusung berbagai poster berisi pesan-pesan sinis kepada Obama yang menurut mereka hanya pandai bicara tapi tak pandai bertindak untuk menghentikan pembunuhan-pembunuhan yang dilakukan Basyar al-Assad terhadap rakyatnya yang memberontak dan menuntut reformasi dan kemerdekaan.

“Obama, you talked the talk, can you walk the walk? Obama, kau sudah bicara, bisa bertindak nggak?” begitu bunyi salah satu poster.

May 3 - LCCSy - Obama can you walk the walk

 

 

 

 

 

May 3 - I smell something - Rev Syria

 

 

 

 

 

 

Mereka juga mengecam pimpinan milisi Syi’ah Lebanon Hassan Nasrallah dan orang-orang Syi’ah Lebanon yang masuk dan membunuhi warga Suriah, padahal pada tahun 2006, begitu banyak warga Lebanon mengungsi ke Suriah dari gempuran Israel.

Diskusi Terus

Sementara itu, di Washington DC, Presiden Barack Obama menyatakan bahwa pemerintahannya “sedang menimbang berbagai opsi” untuk menghentikan pertumpahan darah di Suriah. Dia mengatakan bahwa Amerika harus bergerak dengan berhati-hati agar pilihan tindakan yang diambil dapat menjadi solusi bagi situasi yang terjadi dan bukan malahan memperburuk.

Menhan Amerika Chuck Hagel sudah mengatakan bahwa salah satu opsi adalah mempersenjatai para “pemberontak.”

Pihak pejuang pembebasan Suriah, Jaysul Hurr/Free Syrian Army, menanggapi dengan sinis berbagai pernyataan Amerika. Beberapa bulan lalu, Obama mengatakan bahwa kalau Basyar sampai menggunakan senjata kimia, maka itu merupakan “garis merah” yang akan memaksa Amerika bertindak. Belakangan pernyataan ini ditambah lagi dengan mengatakan bahwa penggunaan senjata kimia merupakan game-changer.

Kalimat yang dipakai Obama ini pun mengundang respon sinis para pejuang dan oposisi. “Suriah bukan sekedar game!”

Berulangkali terbukti di lapangan bahwa sudah terjadi penggunaan senjata kimia, namun Barat dan Washington sejauh ini masih berkutat pada diskusi soal apakah sudah terjadi pembunuhan dengan senjata kimia, apa jenisnya dan siapa saja yang sudah memegang bukti itu yang diistilahkan chain of custody.

Sementara pembunuhan dan pembantaian yang terjadi setiap hari dengan menggunakan bom, rudal Scud, senapan para snipers, pisau belati dan bahkan batu-batu bata, yang menyebabkan jatuhnya korban puluhan ribu, tidak dianggap sebagai red line oleh Washington dan Barat pada umumnya.

May 3 - Rev Syria

 

 

 

 

 

 

April 30 - Many Red Lines of Assad's - Syrian Days of Rage

(Sahabat Suriah)