Relawan: ‘Rezim Al-Assad Dibantu Milisi Hizbullah Lebanon Bantai 350 Rakyat Suriah dalam Sehari’

YOGYAKARTA, Senin (Sahabatsuriah.com): Pasukan rezim Basyar Al-Assad dibantu milisi Syiah Lebanon ‘Hizbullah’, Divisi Garda Republik dari Damaskus serta milisia syabihah kemarin waktu Subuh, Senin 21 April 2013, melakukan pembantaian besar-besaran di kawasan Jdaidah al-Fadl atau Jdaidah Artouz  di pinggiran Damaskus.

Sebanyak 350 orang warga Jdaidah Artouz menemui syahid (Insya Allah) dalam pembantaian itu. Termasuk di antara mereka adalah anak-anak kecil, wanita, orang dewasa dan warga umum lainnya. Sebagian dari mereka dibunuh dengan cara ditembak, sebagian lagi disiksa dan disembelih.

Ada jenazah yang ditemukan dengan tengkorak kepala mereka pecah serta rahang yang hancur karena hantaman keras. Sebagian jenazah mereka lalu dibakar di dekat markas Resimen 100 rezim Basyar al-Assad, demikian informasi yang diperoleh dari Komite Kordinasi Lokal (LCC: yang dibentuk untuk saling tolong sesama rakyat).

Pembantaian 350 rakyat Suriah di Jdaidah Artouz di pinggiran Damascus, oleh rezim Basyar al-Assad yang kabarnya dibantu oleh milisi Hizbullat dari Lebanon. Foto: Syrian Days of Rage

Pembantaian 350 rakyat Suriah di Jdaidah Artouz di pinggiran Damascus, oleh rezim Basyar al-Assad yang kabarnya dibantu oleh milisi Hizbullat dari Lebanon. Foto: Syrian Days of Rage

 

 

 

 

 

 

 

Ini  pembantaian ke dua dalam waktu hanya beberapa hari. Tiga hari sebelumnya, tak kurang dari 100 orang warga dibunuh dengan cara yang sama di Jdaidah Artouz.

Di seluruh kawasan Suriah, seharian kemarin ditemukan 566 jenazah para syuhada oleh para relawan dan pekerja kemanusiaan di seluruh kawasan Suriah.  Jenazah terbanyak ditemukan di Jdaidah Artouz ini.

Sekali lagi, 566 jenazah syuhada Suriah, warga biasa yang tak berdosa termasuk anak-anak dan bayi, ditemukan dalam sehari. Jumlah terbesar, yaitu 483 syuhada, ditemukan di Damascus dan kawasan pinggiran termasuk Jdaidah Artouz. Sebanyak 23 orang syuhada ditemukan di Aleppo; 21 di Idlib, termasuk 14 orang anak dan guru mereka di sekolah di kampung Maghara; 15 orang menemui syahid di Homs; 12 di Dara’a; 7 di Deir Ezzur dan 5 di Hama.

Masih banyak mayat yang sampai hari ini terkubur di reruntuhan berbagai gedung dan bangunan yang dibom dan diluluhlantakkan pasukan rezim Basyar al-Assad dengan pesawat-pesawat tempur.

Menurut jurubicara Komiter Kordinasi Lokal Suriah, Rafif Jouejati, jurubicara Local, selama dua tahun revolusi ini sudah 721 orang warga Jdaidah Artouz yang terbunuh.

Sekali lagi, 721 orang warga kampung Jdaidah Artouz menjadi syuhada dalam dua tahun ini. Secara total, jumlah syuhada di seluruh Suriah sudah mencapai lebih dari 100.000 orang, menurut LCC.

Sengaja Serang Rakyat

Jaisyul Hurr (FSA) menyatakan pihaknya sengaja menarik pasukan dari kawasan Jdaidah, demi menghindarkan warga dari terjebak dalam pertempuran.

Sebab menurut berbagai laporan, jika terjadi sebuah pertempuran, maka tentara rezim dengan sengaja mentarget sasaran sipil.

Tapi yang dilakukan rezim Basyar sesudah FSA mundur dari kawasan itu adalah justru memobilisasi kekuatan pasukan besar-besaran untuk menyerbu masuk dan menghabisi warga Jdaidah Artouz.

Pasukan rezim Basyar al-Assad yang terlibat penyerangan ke Jdaidah kemarin terdiri dari elemen-elemen berikut ini:

1. Anggota Divisi 4

2. Garda Republik (pasukan khusus bersenjata canggih yang konsentrasi jumlahnya di Damaskus diperkirakan 25 ribu orang)

3. Ratusan anggota milisi Syiah Hizbullah dari Lebanon yang masuk ke Suriah dengan KTP-KTP palsu

4. Para preman kakitangan rezim dari barak-barak kawasan Sumariyyah di pinggiran Damaskus

Selain menembaki dan membantai rakyat, pasukan rezim juga melakukan penangkapan besar-besaran, terutama dari kalangan mereka yang kedapatan mencoba menyelenggarakan dan menguburkan jenazah para syuhada.

Sampai detik ini, penangkapan-penangkapan terus terjadi. Jaringan telekomunikasi di kawasan pinggiran Damaskus diputus, dan semua jalan keluar dan menuju Jdaidah Artouz juga ditutup.

Patut dicatat, kota ini selama dua tahun terakhir menjadi tempat berlindung para warga yang mengungsi dari kawasan Ghutah Syarqiyah dan Ghutah Gharbiyah.

Tanggung Jawab

Komite Kordinasi Lokal (LCC) menyiarkan duka cita dan solidaritas mereka bagi keluarga dan kerabat para syuhada Jdaidah Artouz, para warga yang menemui syahid revolusi dalam menuntut kemerdekaan dan kemuliaan hidup di Suriah, serta seluruh rakyat Suriah.

“Kami menyatakan, rezim Suriahlah yang bertanggungjawab penuh atas kekejaman brutal yang dilancarkan terhadap warga sipil tak bersenjata, dan kami menyerukan kepada Dewan Keamanan PBB untuk merujukkan semua tindak kriminalitas ini kepada Mahkamah Internasional sebagai kejahatan perang,” demikian dinyatakan LCC.

“Kami menyerukan kepada masyarakat internasional dan berbagai lembaganya untuk memikul tanggung jawab legal dan etis mereka sebab rezim Suriah masih terus melancarkan berbagai kejahatan terhadap kemanusiaan - crimes against humanity - dan untuk mengambil langkah-langkah untuk menghentikan semua pembantaian ini.”

“LCC juga menyerukan kepada semua lembaga dan komite politik yang dipimpin oleh Koalisi Nasional Suriah dan kepada semua kekuatan oposis untuk menyelesaikan semua perbedaan di antara. Kami serukan kepada mereka untuk segera mengambil tanggung jawab menghentikan tragedi yang dialami warga Suriah ini.”

“LCC menyerukan kepada semua kekuatan perlawanan, dan terutama kepada saudara-saudara kami di Free Syrian Army, untuk memperbaiki koordinasi dan kerjasama di antara mereka agar dapat meningkatkan tingkat keberhasilan operasi-operasi militer mereka terhadap kekuatan-kekuatan rezim. Kami tegaskan kepada semua kekuatan perlawanan bersenjata bahwa prioritas mereka adalah untuk melindungi warga sipil dari kawasan-kawasan konflik.”

“Semoga Allah merahmati para syuhada kita. Semoga saudara-saudara kita yang terluka segera sembuh dan para tawanan segera sembuh.”* (Sahabat Suriah)