Jumat ‘Berita Gembira Bagi Ash-Shabirin’ di Suriah

YOGYAKARTA, Jumat (Sahabatsuriah.com): Hari ini adalah Jumat ‘Berita Gembira bagi Mereka yang Bersabar’, demikian disepakati ribuan warga Suriah kemarin. Sekitar 10 ribu orang mengikuti polling pemilihan nama Jumat yang dilaksanakan oleh situs Revolution Syria ini, dan mayoritas bersepakat menamainya sesuai dengan ayat suci Allah Ta’ala dalam Al-Quran Surah Al-Baqarah ayat 155:

“Dan sungguh akan Kami berikan cobaan kepadamu, dengan sedikit ketakutan, kelaparan, kekurangan harta, jiwa dan buah-buahan. Dan berikanlah berita gembira kepada orang-orang yang sabar.”

Sejak sebelum pecahnya revolusi Suriah pada Maret 2011, hari Jumat biasanya ditandai dengan demonstrasi-demonstrasi damai menuntut reformasi dari rezim Al-Assad yang sudah bercokol lebih dari 40 tahun. Dalam waktu singkat unjukrasa-unjukrasa damai itu berubah menjadi sungai darah karena pasukan rezim langsung melakukan penembakan dan pembunuhan brutal, namun sebuah tradisi baru segera lahir di kalangan rakyat: memberi nama pada hari Jumat mereka. Sehabis tentara-tentara rezim membom dan membunuh puluhan rakyat kelaparan yang sedang antri membeli roti di Aleppo dan Idlib, misalnya, rakyat menamai hari besar mereka “Jumat Roti Berdarah.”

Hari ini adalah جمعة وبشّر الصابرين – dan kemarin sebanyak 126 orang warga Suriah syahid (dengan izin Allah) termasuk 6 wanita dan 4 anak serta 3 lelaki yang disiksa oleh tentara rezim. Sebanyak 47 orang dikabarkan menemui syahid di Damascus dan kawasan-kawasan sekitarnya; 40 di Dara’a; 12 di Aleppo; 9 di Homs; 5 di Deir Ezzor; 4 di Idlib; 3 di Hasakah: 3 di Qunaitra; dan 3 di Hama.

Termasuk di antara mereka yang tewas di Damascus adalah 15 orang di Fakultas Arkitektur di Universitas Damascus yang menjadi sasaran tembakan mortir. Pihak pertama yang mengabarkan terjadinya serangan mortir ke kampus fakultas arkitektur itu adalah stasiun TV pemerintah, yang langsung menuduh para pejuang sebagai pelakunya.

Pada bulan Januari lalu, sedikitnya 80 orang mahasiswa Universitas Aleppo di utara Suriah, menemui syahid (dengan izin Allah) saat kampus mereka dibom dari pesawat-pesawat tempur.

Termasuk yang menemui syahid (dengan izin Allah) di Dara’a adalah 12 orang pejuang.

Pertempuran ‘Goncangkan Benteng-benteng’

Pihak pejuang yang tergabung dalam Free Syrian Army (Jaysul Hurr) menolak tuduhan itu, meski benar bahwa pada Rabu 27 Maret mereka mengumumkan dimulainya pertempuran besar-besaran di ibu kota Suriah, Damascus. Mereka memberi nama pertempuran itu ‘Zalzalatul Husn’ – alias gempa bumi yang menggoncang benteng-benteng.

Setidaknya ada enam front lines dalam pertempuran besar-besaran ini, termasuk di kawasan Abbasiyah di jantung kota Damascus yang sangat dekat dengan salah satu markas militer rezim Assad. Titik ini juga dekat dengan stadion olahraga yang diubah jadi pangkalan militer dan tempat penahanan serta penyiksaan rakyat Suriah yang dicurigai mendukung revolusi.

Berbagai perkembangan yang terjadi dalam beberapa hari terakhir ini:

  • Diperkirakan jumlah pengungsi Suriah di Yordania sudah melewati angka 1 juta orang.
  • Jumlah warga Suriah yang tewas, terutama dari kalangan rakyat, diperkirakan sedikitnya 80 ribu orang.
  • Para pejuang dilaporkan menembak jatuh sebuah pesawat kargo Iran saat hendak mendarat di Bandara Internasional Damascus.
  • Para pejuang juga berhasil menguasai penjara Al-Zargh di Dara’a dan membebaskan sekitar 1500 warga yang ditahan di situ oleh rezim.
  • Para pejuang juga berhasil mengamankan proses desersi sedikitnya 170 orang tentara dan anggota pasukan rezim Assad.
  • Terjadi ledakan sangat besar di sebuah komplek perumahan militer di Mazzah, Damascus  – belum ada detil berita lainnya namun instalasi militer Mazzah adalah yang terus menerus menembakkan roket ke berbagai kawasan di sekitar Damascus yang dianggap menjadi tempat bersembunyinya mujahidin. Pada kenyataannya yang paling menderita adalah rakyat biasa dan yang hancur adalah perumahan warga. (Sahabat Suriah)
Keluarga Ghanoum di Homs, Suriah, yang dibantai oleh tentara Basyar

Keluarga Ghanoum di Homs, Suriah, yang dibantai oleh tentara Basyar