NATO Bersiap Masuk Suriah

JAKARTA, Jum’at (SahabatAlAqsha.com): Laksamana James Stavridis mengumumkan bahwa NATO sedang mempersiapkan operasi penyerangan ke Suriah. Stradivis adalah Panglima Komando Armada Amerika Serikat di Eropa (USEUCOM) yang juga Panglima Komando Sekutu Tertinggi Eropa (SACEUR). Demikian dilaporkan Radio Free Europe.

James Stavridis. foto: NATO

James Stavridis. foto: NATO

“Kami mempertimbangkan sebuah kemungkinan dan telah bersiap, jika diperlukan untuk masuk ke Suriah seperti yang kami lakukan di Libya,” ujar Laksamana James Stavridis.

Alasannya, mirip waktu Bosnia. “Seperti kita ketahui, situasi di Suriah saat ini memburuk dan terus memburuk. Sebanyak 70.000 orang tewas, jutaan rakyatnya mengungsi. Mungkin ada sekitar 2,5 juta penduduknya yang mengungsi,” ujarnya saat berbicara di Komite Senat Kongres Amerika, seperti dikutip oleh Kavkaz Center.

Stavridis juga menyebutkan operasi militer Libya didahului oleh Resolusi Dewan Keamanan PBB, dalam bentuk sebuah kesepakatan regional dan perjanjian antara 28 anggota aliansi. “Dengan jaringan NATO, kami akan mempertahankan perbatasan Suriah. Kami akan membawa rudal patriot ke sana,” imbuhnya.

Sebelumnya, media-media AS melaporkan, Amerika tengah menyiapkan operasi militer untuk melawan Mujahidin Suriah. Dalam rencana penyerangan ini, AS mengumpulkan informasi melalui pesawat-pesawat tak berawaknya serta mempersiapkan formasi baru dari “Tentara Pembebasan Suriah” (FSA: Free Syrian Army).

Berbeda dengan unit FSA yang beroperasi di Suriah yang intinya adalah para Mujahidin, formasi baru ini akan bekerja di bawah perintah Koalisi Nasional yang dipimpin seorang Perdana Menteri bernama Ghassan Hito, pengusaha Suriah yang bermukim di Amerika Serikat.

Beberapa hari lalu, Mujahidin Suriah yang mengambil alih kendali atas Deir Zur, kota penting di sisi Timur Laut negara itu, 400 km dari Damaskus, membentuk sebuah dewan gabungan untuk menertibkan kehidupan kaum Muslimin di wilayah Timur Suriah.

Syrian Observatory for Human Rights menyiarkan pernyataan dewan gabungan itu, diantaranya berbunyi, “Atas kehendak Allah, batalion Islam membentuk sebuah dewan syari’ah di wilayah Timur untuk mengatur urusan kaum Muslimin dan mengisi kekosongan kendali keamanan.” Di dalam dewan ini akan ada beberapa kantor yang berfungsi sebagai penegak hukum, kantor polisi dan pelayanan darurat untuk masyarakat. Hal yang sama sudah dibentuk di Aleppo, meski kota itu belum sepenuhnya dibebaskan dari kekuatan rezim Assad.

Badan pengaman HAM yang bermarkas di London itu menyiarkan video yang menggambarkan seorang pejuang Jaisyul Hurr (FSA) melakukan konvoi sambil mengibarkan bendera hitam berkendara di wilayah Timur Deir Al Zor. Dalam video itu juga terlihat para pejuang memasang spanduk di sebuah bangunan di kota Mayadin. Spanduk itu bertuliskan “Komite Syari’ah Wilayah Timur”.

Mirip Bosnia

Pengumuman NATO akan rencana operasinya di Suriah, sesudah 2 tahun kaum Muslimin dibantai, mengingatkan orang pada proses yang mirip 18 tahun yang lalu.

Bulan Agustus 1995, setelah selama 3 tahun pasukan Kristen Serbia membantai ratusan ribu kaum Muslimin Bosnia Herzegovina, barulah pasukan NATO (North Atlantic Treaty Organization) bergerak.

Kenapa akhirnya bergerak masuk? Alasan resminya karena pasukan Serbia telah mengancam dan menyerang “zona aman” yang ditetapkan PBB.

Kenyataan di lapangan, NATO baru bergerak setelah melihat pada saat itu akumulasi kekuatan para Mujahidin Muslimin dari seluruh penjuru dunia di Bosnia Herzegovina sudah begitu nyata, sampai mampu mendesak pasukan Serbia di berbagai kawasan.

Kini pada saat, rezim Basyar Al-Assad semakin terdesak, dan kekuatan para pejuang Muslimin dari seluruh dunia sedang mencapai kecepatan tinggi di berbagai lini pertempuran, tiba-tiba NATO mengumumkan akan masuk ke Suriah.

Sayangnya memang ada segelintir orang di dalam Suriah, yang kepalanya tidak tegak sebagai Muslim, yang hanya menyandarkan kekuatannya kepada Allah. Melainkan mengiba-iba meminta NATO untuk menolong mereka.

Doakan kemenangan untuk Islam dan ummat Islam di Suriah. Bukan untuk yang lain. * (MR/ Sahabat Suriah)

Segelintir orang Suriah ini mengiba minta NATO menolongnya sejak tahun 2011. foto: ACUS

Segelintir orang Suriah ini mengiba minta NATO menolongnya sejak tahun 2011. foto: ACUS