Confirmed, Sebanyak 1215 Warga Syahid Diperkosa, Disalib, Disetrum, Disembelih dalam Tahanan Rezim Suriah

JAKARTA, Kamis (Sahabatsuriah.com):  Menurut The Syrian Network for Human Rights Documentation (Pusat Dokumentasi Hak Asasi Suriah), berbagai pasukan dan preman rezim Suriah telah menahan sedikitnya 194 ribu orang warga Suriah, termasuk sekitar 9,000 remaja di bawah 18 tahun. Sebanyak 4500 tahanan adalah kaum wanita, termasuk 1200 mahasiswi.

Sejak diawalinya revolusi Suriah pada Maret 2011 sampai penghujung 2012 yang lalu, pusat dokumentasi ini telah mendata syahidnya 1215 orang dari keseluruhan jumlah tawanan.

Semua angka mengerikan ini masih termasuk pula enforced disappearances atau penculikan dan pelenyapan sekitar 60 ribu orang warga. Termasuk dari mereka yang ‘hilang’ ini adalah 34 anak, 17 wanita dan 23 orang berusia lebih dari 60 tahun.

Tautan-tautan di bawah ini adalah dokumentasi lengkap para syuhada yang disiksa, lengkap dengan keterangan tempat dan waktu syahidnya, foto serta video mereka.

https://docs.google.com/file/d/0B9Bj18tlYYKBeXhOanoxZlhCYlE/edit?pli=1

https://docs.google.com/file/d/0B9Bj18tlYYKBazlMeE5UaWNnNHc/edit

Selain itu, 17 wanita dibunuh di dalam ruangan-ruangan penyiksaan bawah tanah.

https://docs.google.com/file/d/0B9Bj18tlYYKBZ2ZDYUxtVmF3bFk/edit

https://docs.google.com/file/d/0B9Bj18tlYYKBalhMY2J5aXJObW8/edit

https://docs.google.com/file/d/0B9Bj18tlYYKBa09oSWZERzdCdmc/edit

Died under Torture

Menurut kesaksian keluarga para syuhada, semua mereka ditangkap dan ditawan oleh berbagai pihak pemerintahan Suriah dan keluar dalam keadaan sudah menjadi mayat dengan semua bekas siksaan yang luar biasa.

72 Pusat Penahanan

Di Suriah ada sekitar 72 pusat penahanan tapi ada 4 tempat yang dikenal paling brutal: Badan Intelijen Angkatan Udara dan Umum, Badan Intelijen Polkam, Penjara Sadnaya dan Penjara Mazzeh di Damascus.

Tidak ada organisasi kemanusiaan mana pun baik dari dalam mau pun dari luar Suriah bisa memasuki penjara-penjara itu.

45 Bentuk Penyiksaan

Pusat Dokumentasi Hak Asasi Suriah berhasil mendokumentasi 45 bentuk penyiksaan yang dilakukan oleh rezim Basyar al-Assad, yang dibagi dalam tiga bagian berikut ini:

  • Posisi penyiksaan (8 posisi)
  • Jenis penyiksaan (22 kasus)
  • Penyiksaan psikologis (12 kasus)

Pusat Dokumentasi mencatat 8 metode penyiksaan yang paling sering dipakai secara sistematis:

  1. Al-Shabih. Tangan si tawanan diikat di punggung, lalu disangkutkan ke langit-langit ke penjara sementara dia berdiri di atas kursi, kemudian kursi ditendang sehingga si tawanan tergantung. Termasuk dalam modus penyiksaan ini yang disebut Al-Shabih Tayarah – salah satu kaki si tawanan dan satu tangannya diikat dengan tali yang sama. Si penyiksa lalu mengikatkan tali di lengan si tawanan yang menyebabkan berhentinya aliran darah. Sesudah dibiarkan selama beberapa jam, atau beberapa hari, maka korban akan terpaksa diamputasi karena tangannya membusuk.
  2. Dulab (ban mobil). Kedua tangan dan kedua kaki tawanan diikat menjadi satu sehingga meringkuk seperti ban mobil, lalu seluruh tubuhnya dipukuli.
  3. Basat al-riih atau ‘permadani terbang.’ Si tawanan ditelentangkan dan diikat di atas dua bilah papan yang bisa ditarik dan diulur sehingga menyebabkan rasa sakit luar biasa di tulang punggung, sementara pada saat yang bersamaan dipukuli.
  4. Al-Salib atau penyaliban. Si tawanan disalib lalu ditendangi di bagian kelaminnya.
  5. Al-Talek atau Balanco.  Si tawanan digantung dengan kedua lengannya diikat di punggung, lalu dipukuli dengan kayu dan kawat.
  6. Al-Tahtam atau penghancuran. Kepala si tawanan diletakkan di antara tembok penjara dan pintu, lalu pintu dibantingkan ke kepalanya.
  7. Al-Kursi al-Kahruba atau kursi listrik. Si tawanan didudukkan di kursi logam yang dialiri setrum.
  8. Al-Kursi al-Almani atau ‘kursi Jerman.’ Si tawanan didudukkan di sebuah kursi logam yang bisa menutup dan menghempas sedemikian rupa untuk mencekik leher dan tulang belakang si tawanan.

Jenis Penyiksaan

Berbagai metode penyiksaan yang paling sering dilakukan di berbagai pusat penahanan, termasuk:

  1. Menggunakan berbagai benda termasuk kabel dan tongkat untuk mencambuki si korban, misalnya di bagian telapak kaki, bahkan sampai menginjak-injak kepalanya.
  2. Mencabut semua kuku tangan dan kaki.
  3. Mencabut rambut dan bulu dari berbagai bagian tubuh (termasuk jenggot).
  4. Menggunakan capit-capit logam untuk menjepit dan mencungkil daging tubuh si korban termasuk alat kelaminnya.
  5. Pemerkosaan tawanan, baik perempuan maupun lelaki.
  6. Memaksa tawanan memperkosa sesama tawanan.
  7. Memotong atau memutilasi organ tubuh tertentu tawanan, misalnya jari atau telinga atau sepotong daging tubuhnya, menusuk di perut atau punggung dengan pisau.
  8. Menyiramkan air keras, atau menyundutkan api rokok ke tubuh tawanan.
  9. Memaksa tawanan telanjang dalam udara sangat dingin.
  10. Membiarkan tawanan yang sakit sampai mati.
  11. Melarang menggunakan toilet sehingga tawanan sering terpaksa kencing di mana saja, mengurungnya, mencegahnya ke kamar mandi.
  12. Memaksa para tawanan berdesakan dalam satu tempat sempit. Salah satu sel di Badan Intelijen Angkatan Udara di Aleppo, misalnya, hanya berukuran 15 meter dan dipenuhi dengan 45 orang tawanan sekaligus.
  13. Menyiram tawanan yang pingsan sehabis dipukuli dengan air dingin.
  14. Mematahkan tulang iga.
  15. Membiarkan kelaparan.
  16. Dipaksa berdiri terus menerus selama berhari-hati, atau dalam keadaan tergantung.
  17. Dikurung di sel-sel bawah tanah tanpa jendela atau saluran udara.
  18. Penahanan wanita dan laki bersama-sama dalam satu sel.
  19. Menyiramkan minyak panas atau air mendidih ke kaki tawanan.
  20. Memotong telinga tawanan dengan gunting rumput.
  21. Menjepit telinga dan hidung tawanan dengan penjepit kayu.
  22. Tawanan digantung kemudian penisnya ditarik atau diberi beban berat.
  23. Setrum listrik terutama di payudara, belakang lutut dan sikut.

Penyiksaan Psikologis

Terdokumentasi setidaknya 14 jenis penyiksaan psikologis yang paling sering dan secara sistematis dilaksanakan:

  1. Memaksa seorang tawanan menyaksikan sementara sesama tawanan diperkosa.
  2. Mengancam akan memperkosa.
  3. Memaksa tawanan menyaksikan kawanannya disiksa atau sekarat karena disiksa.
  4. Mengancam akan menangkap istri, ibu atau saudara perempuan si tawanan untuk disiksa atau diperkosa di depannya – sesudah si tawanan menyaksikan wanita-wanita ditelanjangi di dalam penjara.
  5. Mengancam akan menyiksa atau menyembelih sampai mati.
  6. Menyerang dan menghina agama si tawanan.
  7. Memaksa tawanan telanjang di depan sesama tawanan.
  8. Menempatkan si tawanan dalam satu sel dengan tawanan lain yang sedang sakaratul maut karena disiksa.
  9. Menempatkan si tawanan dalam sel bersama mayat para syuhada yang disiksa.
  10. Menghina keluarga si tawanan.
  11. Memaksa si tawanan mengakui kesalahan yang tidak dilakukannya dengan ancaman penyiksaan dua kali lipat.
  12. Memaksa si tawanan bersujud di depan foto Basyar al-Assad.
  13. Mengatakan kepada si tawanan bahwa dia akan dilepaskan, dibukakan pintu, kemudian menangkapnya dan menyiksanya lagi.
  14. Membawa si tawanan ke dokter penjara karena cedera atau rasa sakit tertentu, tapi lalu dibawa kembali ke sel dan disiksa di bagian yang tadinya dikeluhkan sakit. Karena itu tawanan kemudian tidak ada lagi yang meminta pertolongan medis. (HA/Sahabat Suriah/Dari berbagai sumber)

Salah satu syahid yangd disiksa