Sudah Puluhan Warga Palestina-Suriah Tewas Kelaparan, Rezim Assad Terus Kepung Kamp Yarmuk

YOGYAKARTA, Jum’at (Sahabatsuriah.com): Jumlah pengungsi Palestina dan warga Suriah yang ada di dalam Kamp Pengungsi Palestina Yarmuk di Damascus yang menemui syahid (Insya Allah) karena kepungan tentara rezim Bashar al-Assad terus bertambah.

Sampai hari ini sudah hampir 1 tahun lamanya kamp pengungsian Palestina di Suriah ini dikepung tentara-tentara Assad. Siapa saja yang berusaha keluar segera ditembaki. Tidak lama sesudah kepungan mulai diberlakukan, dalam waktu singkat makanan dan obat-obatan segera habis sementara desakan masyarakat internasional agar dibukakan jalan aman bagi konvoi bantuan selalu ditolak oleh rezim Bashar al-Assad.

Rezim Assad mengepung Yarmuk dengan alasan tempat ini dipenuhi ‘teroris’ – yakni para pejuang kemerdekaan Suriah baik yang berkebangsaan Suriah maupun mereka yang berasal dari para pengungsi Palestina yang sudah puluhan tahun lamanya hidup di Suriah.

Berikut ini beberapa bukti kekejaman rezim Assad terhadap warga Palestina maupun Suriah yang ada di Yarmuk.

Syria - Jan 17 - Yarmouk

Syria - Jan 17 - Syria-alaan

Berbagai sumber berita yang dikutip oleh, di antaranya, The Guardian, melaporkan:

* Sudah belasan anak dan orang lanjut usia yang tewas kelaparan akibat pengepungan terhadap Kamp Pengungsi Yarmuk.

* “Sudah tidak ada orang di Yarmuk. Yang ada hanya tengkorak-tengkorak dengan kulit menguning,” demikan kata Ummu Hassan, seorang warga berusia 27 tahun dengan 2 anak. “Anak-anak menangis kelaparan. Rumah sakit kehabisan obat. Orang mati bergelimpangan.” Dua anak Ummu Hassan sendiri, usia tiga dan dua tahun, terus kehilangan berat badan.

* Sejak Oktober 2013 lalu, sudah 46 orang warga tewas kelaparan dan karena berbagai penyakit yang diperburuk kondisinya karena kekurangan gizi. Hal ini dilaporkan oleh Syrian Observatory for Human Rights.

* Termasuk yang tewas adalah Isra al-Masri, seorang balita yang jenazahnya didapati dalam keadaan kurus kering. Kasus-kasus kematian lainnya menggambarkan betapa parahnya keadaan Yarmuk. Seorang remaja, Mazen al-Asali, bunuh diri dengan cara menggantung dirinya di penghujung Desember sesudah gagal membawa makanan pulang bagi ibunya yang sudah kelaparan. Seorang lelaki tua mati dipukuli pencuri yang masuk ke rumahnya mencari makanan dan uang.

* Jurubicara PBB, Chris Gunnes, menyatakan sulit memastikan jumlah sesungguhnya korban kelaparan akibat kepungan pasukan rezim Bashar al-Assad itu. Yang jelas, “Ada penderitaan warga sipil yang luar biasa di Yarmuk, karena kekurangan gizi dan ketiadaan obat. Anak-anak menderita karena berbagai penyakit yang disebabkan malnutrisi.”

* Pimpinan lembaga kemanusiaan PBB, Lady Amos, bulan Desember lalu sudah memperingatkan sedikitnya ada 250 ribu warga Suriah yang tidak dapat dijangkau bantuan kemanusiaan karena terkepung peperangan.

Kamp Pengungsi Palestina Yarmuk terletak di selatan Damascus, ibu kota Suriah. Sebelum pecah revolusi, Yarmuk sudah seperti kota dalam kota dengan ratusan ribu penduduk dan kehidupan ekonomi yang dinamis. Toko dan pasar bertebaran di mana-mana, demikian pula masjid dan tempat-tempat menghafal al-Quran.

Yarmuk adalah juga salah satu lokasi amal shalih rakyat Indonesia. Di sinilah Sahabat al-Aqsha bekerjasama dengan badan-badan kemanusiaan lain mendirikan sebuah klinik perawatan gigi untuk melayani warga pengungsi. Ini beritanya: http://sahabatalaqsha.com/nws/?p=4714

Kini Yarmuk sudah seperti kota mati sebagaimana digambarkan banyak sumber.

Yarmuk kini. Peter van Oestaeyen
Yarmuk kini. Peter van Oestaeyen

Di beberapa sudut tentara rezim Assad kabarnya menggantung roti – seperti orang memasang ikan asin untuk menangkap tikus; siapa saja yang mendekat akan ditembak mati.

Di beberapa sudut kamp pengungsi tentara Assad menggantung roti untuk memancing warga yang kelaparan untuk mendekat, lalu menembaki mereka. Foto: @YourAnonCentral
Di beberapa sudut kamp pengungsi tentara Assad menggantung roti untuk memancing warga yang kelaparan untuk mendekat, lalu menembaki mereka. Foto: @YourAnonCentral

(Sahabat Suriah)