Pejuang Pembebasan Suriah: Ada Waktunya Perang, Ada Waktunya Masak

YOGYAKARTA, Rabu (Sahabatsuriah.com): Salah satu kegiatan para pejuang  pembebasan Suriah yang tergabung dalam Free Syrian Army/Jaysul Hur yang tidak banyak diberitakan orang adalah menyantuni warga biasa yang menjadi korban perang dengan berbagai kebutuhan dasar.

Dalam misi ke Suriah pada Februari lalu, tim Sahabat Suriah menyaksikan sendiri betapa di pagi hari di sisa-sisa musim dingin yang masih menggigit ke tulang itu sejumlah pejuang sudah siap di salah satu sudut Aleppo – hanya untuk membagikan roti hangat yang baru selesai mereka buat, kepada para warga.

Salah satu yayasan amal shalih lokal yang bergerak di Aleppo mengakui bahwa adalah termasuk tugas para mujahid untuk membantu warga biasa yang terkena berbagai dampak perang, termasuk tewasnya para ayah dan suami serta anggota keluarga lainnya.

Salah satu brigade yang termasuk konsisten melaksanakan tugas kemanusiaan ini adalah Harakah Ahrar asy-Syam Islamiyyah. Pada musim dingin yang lalu mereka berkeliling membagikan selimut, lalu diikuti dengan membagikan roti, dan di musim Ramadhan ini mereka mengerahkan sejumlah pejuangnya untuk membuat fathirah – roti-roti mini dengan taburan daging atau rempah-rempah – yang lalu dibagikan untuk ifthar warga kota.

Dapat dilihat betapa seriusnya brigade ini mempersiapkan ta’jil, termasuk dengan memasukkan roti-roti ini ke dalam tas-tas dengan logo mereka.

Berikut ini rekaman brigade yang sama mengatasi krisis listrik di salah satu kawasan dengan generator-generator dan bahan bakar diesel. Ketika tim Sahabat Suriah mendatangi Aleppo pada Februari lalu, misalnya, warga kota itu sudah lebih dari 4 bulan lamanya hidup tanpa listrik karena instalasi pembangkit tenaga listrik ada di kawasan yang dikuasai rezim Assad, yang sengaja memutus suplai untuk menyiksa masyarakat.

Kalau Waktunya Perang, ya Perang

Berikut ini rekaman yang dibuat sendiri oleh brigade Ahrar asy-Syam Islamiyyah tentang berbagai pertempurannya melawan rezim Assad.

(Sahabat Suriah)