Pejuang Suriah Lancarkan Pertempuran Qisas atas Pembantaian Banias

YOGYAKARTA, Jumat (Sahabatsuriah.com): Para pejuang pembebasan Suriah hari Kamis 9 Mei kemarin mengumumkan dimulainya qisas terhadap rezim Basyar al-Assad yang telah membantai lebih dari 1000 wanita, anak-anak, remaja dan rakyat biasa di Banias, Tartous, pada Kamis dan Jumat, 2-3 Mei lalu.

Sedikitnya 12 brigade pejuang yang termasuk di dalam Free Syrian Army/Jasyul Hurr turun dari berbagai sudut dan kawasan pegunungan maupun daerah-daerah lain ‘nglurug’ dan mengepung propinsi Idlib dan terus mendekat ke arah kawasan pantai Laut Tengah yang didominasi warga Syi’ah Alawiyah.

Termasuk dalam pasukan itu adalah Liwa’ at-Tauhid, Ahrar as-Syam, Jabhah al-Nusrah, Liwa’ al-Haq, Sughur as-Syam dan lainnya. Bagi rezim Basyar al-Assad yang sudah membunuh lebih dari 100 ribu warga Suriah, para pejuang ini adalah ‘teroris bersenjata.’ Bagi pihak Barat yang dengan darah dingin mengkalkulasi kapan harus ikut campur, mereka adalah ‘pemberontak.’ Bagi warga Suriah mereka adalah al-abthaal al-hurr atau ‘pahlawan-pahlawan kemerdekaan.’

Pembantaian Banias sendiri terjadi Kamis dan Jumat pekan lalu ketika ratusan tentara Basyar al-Assad dengan dibantu para preman dan gerombolan dari kampung-kampung Syi’ah berkeliling desa-desa kaum Muslimin di Banias lalu membunuh siapa saja yang mereka temui. Bayi-bayi mereka sembelih lalu bakar. Wanita-wanita ditusuk dan ditembak sementara kaum lelaki dipukuli kepala dan wajahnya dengan batu-batu bata sampai hancur.

May 2 - 3 - Baniyas - Kulluna Hamzah

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Berbagai dokumentasi mengenai kekejaman itu – baik tentang para pelaku maupun para korban yang dibakar dalam keadaan hidup atau mati – bisa dilihat di berita-berita lalu di Sahabat Suriah maupun di sini: http://baniasmassacre.blogspot.com/2013/05/more-information-on-banias-massacres.html

Termasuk di antara dokumentasi itu adalah video seorang nenek yang dibunuh oleh gerombolan Syi’ah dan pasukan rezim lalu dibiarkan begitu saja sampai jenazahnya mulai dimakan kucing.

Setidaknya ada satu video yang merekam pernyataan seorang pemimpin preman Suriah yang tergabung dalam Gerakan Perlawanan Suriah bernama Mehraj Ural alias Ali Kayyal yang secara terbuka menyerukan ‘pembersihan’ Banias dari warga Muslimin (Sunni). Ali Kayyal yang orang Turki Alawiyah dan berasal dari propinsi Hatay di Turki itu mengatakan kepada sekelompok orang, termasuk dua orang tokoh ‘ulama’ Syi’ah – bahwa  “Banias harus segera dikepung, dibebaskan dan dibersihkan.”

Dalam video yang diunggah di YouTube hari Ahad 5 Mei lalu itu, Ural atau Ali Kayyal mengatakan, “Kalau diperlukan kita juga akan ikut ambil bagian dalam pertempuran-pertempuran di Banias dan melaksanakan tanggung jawab kebangsaan kita.”

Sebab, “Banias adalah satu-satunya jalan kalau para pengkhianat itu mau ke laut. Tugas kita adalah membersihkan dan membebaskan kota-kota (bagi) pasukan rezim.”

All-Out

Berbagai sumber berita yang diikuti oleh Sahabat Suriah menggambarkan bahwa para pejuang kini benar-benar all-out dalam membebaskan Idlib sama sekali. Pertempuran-pertempuran besar-besaran berlangsung di berbagai kawasan pinggiran kota Idlib yang masih dikuasai oleh rezim.

Pembalasan atau “Qisas bagi Banias” ini ditandai dengan keluarnya berbagai persenjataan terbaik para pejuang. Hal ini berlangsung bersamaan dengan mulai kewalahannya angkatan udara Basyar karena beberapa pangkalan militernya sudah diambil alih atau tengah dikepung para pejuang.

Berbagai video yang diunggah ke YouTube memperlihatkan para pejuang dengan tank-tank, howitzers, mortir dan senapan-senapan mesin anti-pesawat semua menuju garis depan. Selama ini senjata-senjata itu ‘disimpan’ karena masih kuatnya serbuan udara rezim.

Di video ini tampak para pejuang berdoa sebelum berangkat ke medan tempur.

Salah satu garis depan yang paling penting adalah Nairab, sekitar 10 km ke tenggara Idlib. (Peta)

Video di bawah ini adalah rekaman pertempuran tadi malam, sebagaimana ditulis James Miller dalam enduringamerica.com. Harap diingat, suara-suara yang Anda dengar dalam video ini adalah senjata dan artileri para pejuang.

Yang menarik adalah bahwa saat terjadi pertempuran itu pun masih bisa didengar suara panggilan Skype masuk, demikian pula suara-suara transmisi radio dan kemungkinan suara kode Morse. Namun terdengar juga suara pesawat-pesawat tempur rezim Basyar al-Assad. (Sahabat Suriah)